EFEKTIFITAS TOXIN BOTULLINUM UNTUK MANAJEMEN BLEFAROSPASME ESSENSIAL DAN SPASME HEMIFASIAL

Hendriati Hendriati

Abstract

Abstrak
Untuk mengukur efektifikas toxin Botullinum pada kasus-kasus okuloplastik (blefarospasme essensial dan spasme hemifasial.
Laporan kasus 16 pasien yang terdiri dari 14 kasus spasme hemifasial dan 2 kasus blefarospasme essensial. Digunakan 6 vial toxin Botullinum. Vial pertama digunakan untuk pasien spasme hemifasial dan 1 pasien blefasrospasme di minggu berikutnya. vial kedua dan ketiga masing-masing digunakan untuk 2 pasien spasme hemifasial. Vial keempat digunakan untuk pasien blefarospasme yang menggunakan vial pertama (setelah 6 bulan), dan 1 pasien spasme hemifasial yang menggunakan vial kedua ( setelah 4 bulan) dan 1 pasien spasme hemifasial baru. Setelah 1 minggu, toxin Botullinum vial keempat digunakan untuk 6 pasien spasme hemifasial dan 1 pasien blefarospasme essensial yang menggunakan vial pertama 8 hari berikutnya (setelah 7 bulan).
Terdapat 16 pasien pada studi ini ; 14 spasme hemifasial dan 2 blefarospasme essensial. Pada 5 pasien dilakukan injeksi ulangan dengan jangka waktu yang berbeda. Tidak ditemukan efek samping pada pasien-pasien ini.
Toxin Botulinum efektif untuk manajemen spasme hemifasial dan blefarospasme essensial tetapi efeknya temporer. Pada studi ini, jangka waktu injeksi ulangan bervariasi sekitar 4 – 7 bulan pada 5 pasien.
Kata Kunci : Toxin Botulinum toxin, spasme hemifasial, blefarospasme
Abstract
To asses Botulinum Toxin efficacy in oculoplastic cases (blepharospasm and hemifacial spasm).
A case report on 16 patients consisted of 14 hemifacial spasms and 2 essential blepharospasm. Six vials of botulinum toxin were used. First vial was used for two patients of hemifacial spasm and one blepharospasm patient one week later. Second and third vials were used each for two patients of hemifacial spasms. Fourth vial was used for one blepharospasm patient from first vial user (after six month), one hemifacial spasm from second vial user (after four months) and one new hemifacial spasm. After one week, Botulinum toxin from fourth vial was used for one new patient of hemifacial spasm. Fifth and sixth vial was used for six
LAPORAN KASUS
203
hemifacial spasms and eight days later for one blepharospasm from first vial user (after seven months).
There were 16 patients in this serial study; 14 hemifacial spasms and 2 blepharospasms. Five patients had reinjections with different duration. There is no side effect in those patients.
Botulinum toxin is effective in treatment of hemifacial spasm and blepharospasm, but the effects are temporary. In this study, reinjections durations about four to seven months in five patients.
Key word : Botulinum toxin, hemifacial spasm, blepharospasm

Full Text:

PDF
';

-->