PERBEDAAN PERUBAHAN FUNGSI HEMOSTASIS SAAT STABILISASI PREEKLAMSIA BERAT/EKLAMSIA 24 JAM POSTPARTUM

Hudila Rifa Karmia, Yusrawati Yusrawati, Hafni Bachtiar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan perubahan temuan fungsi hemostasis saat stabilisasi antara preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan yang tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum. Pada subyek penelitian yaitu wanita preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum dan memenuhi kriteria inklusi (16 pasien per kelompok) dilakukan pemeriksaan laboratorium fungsi hemostasis di Labor Patologi Klinik RSUP M. Djamil Padang. Perbedaan perubahan temuan fungsi hemostatik pada kedua grup dianalisa dengan menggunakan t-test. Dari penelitian didapatkan perbedaan temuan fungsi hemostasis pada saat stabilisasi antara preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan yang tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum adalah trombosit 40.000 + 39.653/ml banding -5.250 + 58.915/ml (p=0,016), PT -0,144 + 1,083 detik banding 0,038 + 1,549 detik (p=0,074), APTT -0,275 + 3,938 detik banding 1,55 + 4,99 detik (p=0,260), dan D-dimer 0,319 + 1,34 ug/L banding 0,7125 + 2,018 ug/L (p=0,521). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang bermakna secara statistik kadar trombosit kelompok yang mengalami perbaikan dibandingkan kelompok yang tidak mengalami perbaikan. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar PT, APTT, dan D-Dimer antara kelompok yang mengalami perbaikan dan kelompok yang tidak mengalami perbaikan.

Keywords

perubahan fungsi hemostasis; preeklamsia berat; eklamsia

Full Text:

PDF

References

Lindheimer, M.D, Roberts, J.M, Cunningham, F.G, and Chesley, L. ‘Introduction, History, Cotroversies, and Definitions’. In: Lindheimer, M.D, Roberts, J.M, and Cunningham, F.G. Chesley’s Hypertensive Disorders in Pregnancy. 3rd ed. New York: Elsevier. 2009.

Dekker G. Hypertension. Dalam: High Risk Pregnancy 4th Edition. Elsevier Saunders, Philadelphia. 2011.

Silver HM, et al. Mechanism of increased maternal serum total activin A and inhibin A in preeclampsia. J Soc Gynecol Investig. 2008;9: 308-12.

Cunningham, F.G, McDonald, P.C, and Gant, N.F. William’s Obstetrics. 18th ed. New York: Appleton & Lange. 1989.

Roshadi R. Hipertensi Dalam Kehamilan. Dalam R. Hariadi, Ilmu Kedokteran Fetomaternal. Surabaya: Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. 2004; hal. 494-500.

Cunningham, F.G., Leveno, K.J., Bloom, S.I. et al. Williams Obstetrics. 23rd ed. New York: McRaw Hill. 2010.

Kenny, L, Baker, P.N, and Cunningham, F.G. ‘Platelets, Coagulation, and Liver’. In: Lindheimer, M.D, Roberts, J.M, and Cunningham, F.G. Chesley’s Hypertensive Disorders in Pregnancy. 3rd ed. New York: Elsevier. 2009.

Yang Liu et al. High Levels of Activin A Detected in Preeclamptic Placenta Induce Trophoblast Cell Apoptosis by Promoting Nodal Signaling.J Clin Endocrinol Metab 2012; 97(8):E1370–E1379.

Troiano, N.H and Gaddipati, S. 'Invasive Hemodynamic and Oxygen Transport Monitoring During Pregnancy'. In: Troiano, N.H, Harvey, C.J and Chez, B.F. High-risk and Critical Care Obsterics. 2013. 3rd ed. New York: William & Wilkins. 2013.

RS Dr. M. Djamil Padang. PPK SMF Kebidanan dan Kandungan. 2012.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';