PROFIL KASUS AUTOPSI PADA ANAK DI PROVINSI RIAU PERIODE TAHUN 2010-2014

Mohammad Tegar Indrayana, Dedi Afandi, Stella Putri Wanda, Popi Novia, Satrio Mandala Tinardy

Abstract

Abstrak
Autopsi pada anak memiliki peranan penting guna mengetahui penyebab kematian tidak wajar pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus autopsi pada anak di Provinsi Riau periode tahun 2010-2014. Data diperoleh dari Visum et Repertum jenazah milik Biddokkes Polda Riau yang dianggap dapat mewakilkan gambaran se-Provinsi Riau. Hasil penelitian didapatkan angka autopsi pada anak di Provinsi Riau periode tahun 2010-2014 berjumlah 15 kasus. Karakteristik korban anak didominasi anak laki-laki (66,7%) berumur 0-5 tahun (46,7%). Didapatkan 5 kasus kekerasan tumpul, 3 kasus kekerasan tajam dan 7 kasus tidak dapat digolongkan jenis kekerasannya. Jenis luka akibat kekerasan tajam didominasi oleh luka sayat (66,7%) dengan lokasi luka tersering di leher (100%) sedangkan jenis luka akibat kekerasan tumpul didominasi oleh luka memar (60%) dengan lokasi luka tersering di kepala (80%). Seluruh kasus merupakan kematian tidak wajar dengan kasus terbanyak adalah dugaan pembunuhan (60%). Polsek Kabupaten Kampar merupakan asal polsek tersering (40%).

Abstract
Autopsy is an important procedure to detecting cause of death in child unnatural death cases. This study aims to describe the profile of child autopsy in Riau Province, Indonesia 2010-2014. Data was obtained from medicolegal autopsy reports that belongs to Riau Regional Police on Medicine and Health. Data is assumed could covered Riau Province child autopsy insidences. There were 15 child medicolegal autopsies recorded between 2010 and 2014 with boy (66,7%) aged 0 to 5 years old (46,7%) were dominant victims. Of the 15 child medicolegal autopsies, 5 cases were blunt force violence, 3 cases were sharp force violence, and 7 were uncategorized. Incised wound (66,7%) was lead type of wounds on sharp force violence which localized on neck (100%). Contusions (60%) was lead type of wounds on blunt force violence which often localized on head (80%). Our study highlights that homicide was the predominant manner of death (60%) and found that Kampar Regency was frequently requested for medicolegal autopsies reports.

Keywords

kekerasan pada anak; profil autopsi anak; child abuse autopsy; child autopsy profile

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';